Sejarah Bali

Sejatinya ini bukanlah sejarah yang versi ilmiahnya, karena selain bli putu bukan ahlinya, juga karena versi ilmiahnya bisa kalian cari di wikipedia, hehe.

jadi saya akan mencoba menjelaskan atau lebih tepatnya menceritakan bagaimana bali tersebut ada , dan ini versi guide nya. sy biasa menjelaskan ke group di dalam bus , saat masih guiding ( jadi guide ) , yang didapat dari cerita kakek saya dan juga hasil dari googling, hehe.

dahulu kala ( kayak ngedongeng yak! ), bali dulunya menjadi satu dengan pulau Jawa. lebih tepatnya berada di sebelah baratnya jawa dan sebelah timurnya lombok.

Menurut uraian sebuah kitab bernama “Usana Bali” , bahwa putusnya pulau Jawa dengan pulau Bali, adalah disebabkan kesaktian seorang Pendita bernama Mpu Sidhimantra.  Pendita itu bertempat tinggal; di Jawa Timur, kersahabat karib dengan seekor ular besar yang bernama  “NAGA  BASUKIH “   Naga itu berliang didesa Besakih yang terletak dikaki Gunung  Agung, merupakan sebuah goa  besar yang dianggap suci. Karena persahabatan itu  Mpu Sidhimantra setiap bulan purnama selalu datang ke Besakih bertemu Naga Basukih dengan membawa madu, susu dan mentega, untuk sahabatnya itu. Mpu Sidhimantra mempunyai anak bernama Ida Manik Angkeran, anaknya tersebut sangatlah suka berjudi meski sudah dilarang oleh ayahnya. Ida Manik Angkeran akhirnya pun sering mengalami kekalahan saat berjudi.

Pada saat bulan purnama kembali tiba Mpu Sidhimantra mengalami jatuh sakit. Sehingga  secara diam-diam  Ida Manik Angkeran tanpa ijin orang tuanya pergi ke Bali menemui Naga Basukih. Sampai disana ia lalu duduk bersila sambil membunyikan  “bajra”  yang dibawanya itu sehingga Naga Basukih keluar dari liangnya. Atas pertanyaan ular besar itu, Ida Manik Angkeran lalu menerangkan, bahwa ayahnya masih sakit, oleh karena itu ia menjadi wakilnya membawa madu, susu dan mentega, yang biasa dihidangkan oleh ayahnya setiap bulan. Naga Basukih dengan senang hati menerima pemberian dari Ida Manik Angkeran. Kemudian Naga Basukih bertanya kepada Ida Manik Angkeran , apakah yang diinginkan untuk bekal dalam perjalanan pulang. Ida Manik Angkeran tidak meminta apapun hanya meminta silahkan Naga Basukih kembali masuk kedalam Goa terlebih dahulu.

Ketika itulah Ida Manik Angkeran melihat sebuah permata yang indah berada di ekor Naga Basukih. Dia pun berpikir permata itu akan cukup digunakan untuk bisa berjudi seumur hidupnya. Akhirnya Ida Manik Angkeran nekat memotong ekor dari Naga Basukih dan mengambil permatanya kemudian lari. Akan tetapi akhirnya Ida Manik Angkeran mati karena hangus terbakar di dihutan  “Camara Geseng”  karena jejak kakinya dapat dijilat oleh kemarahan Naga Basukih.

Mpu Sidhimantra yang khawatir anaknya berhari-hari tidak pulang tanpa ada kabar. Akhirnya pun pergi mencarinya. Naga Basukih pun bercerita kepada Mpu Sidhimantra tentang apa yang sudah terjadi pada anaknya. Naga Basukih pun mengatakan bahwa anaknya bisa hidup kembali akan tetapi harus mengabdi di Pura Besakih sebagai abdi pura “pemangku” dan tinggal selamanya di Bali.  Mpu Sidhimantra pun menyetujuinya dan anakanya kembali hidup.

Mpu Sidhimantra kembali ke Jawa untuk mencegah suatu waktu Ida Manik Angkeran kabur kembali ke Jawa  lalu digoreskanlah tongkatnya, sehingga daratan pulau Bali dengan pulau Jawa menjadi putus  karenanya. Demikianlah ceriteranya, asal mulanya ada Selat Bali yang disebut  “SEGARA RUPEK”

Kisah tadi merupakan sebuah penjelesan terpisahnya Pulau Bali dan Jawa, meski termasuk sebuah kisah takhayul ataupun dongeng akan tetapi kenyataannya adalah Keturunan Ida Manik Angkeran itu disebut  “Ngurah Sidemen”  ternyata sampai kini berkewajiban menjadi  “Pemangku”  di Pura Besakih.

Nah , demikian cerita singkatnya , adanya Selat bali yg memisahkan bali dan jawa.

sumber : inputbali.com